Hari Raya Pagerwesi

published by : wayan purya on June 28, 2016

Membentengi diri dengan ilmu pengetahuan
Sebagai rangkaian dari hari raya Saraswati, hari raya Pagerwesi jatuh setiap hari Rabu Kliwon wuku Sinta dimana bulan ini tepat pada tanggal 29 Juni, 2016. Kata Pagerwesi berasal dari kata “Pager” dan “Wesi” dimana memiliki arti pagar dari besi, yang melambangkan sebuah perlindungan yang kuat. Hari raya Pagerwesi juga sering diartikan oleh umat Hindu sebagai hari untuk memagari diri yang dalam bahasa Bali disebut magehang awak. Pada hari ini warga Bali terutama yang beragama Hindu akan merayakan dengan membuat sesajen dan melakukan persembahyangan di merajan dan di pura-pura. Di Bali utara tepatnya di Kabupaten Buleleng, Hari Raya Pagerwesi bahkan merupakan hari raya terbesar dimana perayaannya melebihi suasana hari raya Galungan.

Secara filsafat hari raya Pagerwesi merupakan hari Payogan Sang Hyang Pramesti Guru diiringi oleh Dewata Nawa Sangga. Dengan demikian disini bisa diartikan kalau Hyang Premesti Guru adalah Tuhan dalam manifestasinya sebagai guru sejati. Dalam konteks rangkaian hari raya, semua ilmu yang didapat saat perayaan hari raya Saraswati dijadikan bekal dan pedoman hidup untuk memagari diri didalam mengarungi kehidupan di bumi ini. Seperti orang bijak berkata, tidak ada senjata yang lebih ampuh dari ilmu pengetahuan dan kebaikan hati untuk mengalahkan musuh serta menjawab berbagai tantangan hidup di dunia fana.

Kalau dilihat urutannya, sehari setelah hari raya Saraswati disebut Banyupinaruh dimana saatnya pada hari itu umat Hindu di Bali melakukan pensucian diri dengan mandi di laut atau di kolam mata air. Pada saat ini dipanjatkan permohonan semoga ilmu pengetahuan yang sudah dianugerahkan oleh Sanghyang Widhi dapat digunakan untuk tujuan-tujuan mulia bagi kesejahteraan umat manusia. Kemudian esoknya, hari Senin disebut hari Somaribek, yang dimaknai sebagai hari di mana Sanghyang Widhi melimpahkan anugerah berupa kesuburan tanah dan hasil panen yang cukup untuk menunjang kehidupan manusia. Selanjutnya, hari Selasa, disebut Sabuh Mas, yang juga tidak lepas kaitannya dengan Saraswati, dan sampai akhirnya perayaan hari raya Pagerwesi. *BB-RM*

Leave a Reply

One thought on “Hari Raya Pagerwesi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *