MAKNA PERAYAAN HARI RAYA SARASWATI

published by : wayan purya on June 25, 2016

Hari ini Kamis tanggal 25, 2016 umat Hindu di Bali merayakan Hari Raya Saraswati, salah satu hari raya  yang penting khususnya bagi siswa sekolah dan penggelut dunia pendidikan. Hari Saraswati adalah turunnya ilmu pengetahuan yang suci kepada umat manusia untuk kemakmuran, kemajuan, perdamaian dan pada akhirnya untuk meningkatkan taraf hidup umat manusia. Dirayakan setiap enam bulan sekali, hari raya Saraswati selalu jatuh pada hari Sabtu (Saniscara Umanis wuku Watugunung). Pada hari ini umumnya kegiatan belajar mengajar ditiadakan meskipun siswa masih tetap ke sekolah untuk melakukan perayaan. Begitupun para orang tua selalu sibuk mempersiapkan sarana upacara yang diperlukan.022214_0903_saraswatime1

Pagi-pagi para siswa sudah sibuk mempersiapkan upacara sembahyang di sekolah masing-masing, dilanjutkan sembahyang ke pura-pura lainnya dan tentunya tidak lupa untuk sembahyang dirumah. Di daerah Denpasar pura yang menjadi paforit adalah pura Jagatnatha yang ada dipusat kota. Dihentikannya kegiatan belajar mengajar pada saat ini karena Saraswati merupakan otonan untuk semua jenis buku, lontar, pustaka-pustaka dan alat-alat tulis yang ada di sekolah, pura dan rumah-rumah, sehingga tidak layak untuk mengganggunya. Dan bahkan pada hari ini dilarang untuk sekedar membaca dan menulis untuk menghormati hari turunnya ilmu pengetahuan.

hari-raya-saraswati3

Dewi Saraswati sendiri digambarkan sebagai seorang putri yang sangat cantik istri dari Dewa Brahma yang merupakan Dewi pelindung dan pelimpah pengetahuan. Beliau disimbolkan sebagai seorang dewi yang duduk diatas teratai dengan berwahanakan se-ekor angsa (Hamsa) atau seekor merak, berlengan empat dengan membawa sitar/ veena dan ganatri di kedua tangan kanan. Tangan kiri membawa pustaka/ kitab dan tangan kiri satunya ikut memainkan gitar. Bebanten atau sesajen yang digunakan terdiri dari peras daksina, bebanten dan sesayut Saraswati, rayunan putih kuning serta canang-canang, pasepan, tepung tawar, bunga, sesangku (samba = gelas), air suci bersih dan bija (beras) kuning. Di beberapa daerah di Bali, pada hari Saraswati di sore hari warga maturan dan sembahyangan juga ke griya (rumah pendeta) terdekat dan pura kawitan. *BB-RM*

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *