published by : wayan purya on June 13, 2017

Kondisi pantai di sepanjang kawasan Sukawati sudah sangat kritis.

untitled-151419

Untuk direnungkan. Kawasan pantai di daerah Sukawati, Gianyar-Bali sudah bisa dibilang habis sebagai dampak reklamasi pulau Serangan beberapa decade lalu. Mulai dari daerah Ketewel, Manyar, Pabean, Rangkan sampai pantai Purnama kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Kalau mau jujur abrasi juga menelan daerah Saba, Keramas, Masceti, Lebih bahkan sampai ke daerah Klungkung mencakup pantai Watu Klotok. Di beberapa bagian pantai Sukawati sebenarnya sudah dilindungi dengan tumpukan batu-batu besar yang cukup membantu menahan gempuran gelombang. Namun disatu sisi juga tidak menguntungkan bagi pengunjung karena merusak pemandangan dan susah untuk berenang karena ombak yang langsung membentur tumpukan batu. Terlebih kalau membahas habitat penyu yang sudah tidak punya tempat lagi untuk bersarang.

untitled-153127 untitled-160012

Daerah yang medapat dampak paling keras adalah pantai Pabean. Kawasan ini bukan hanya kehilangan daerah pantai yang dulu bisa digunakan untuk bermain sepak bola oleh para pengunjung karena luasnya, tetapi juga abrasi sudah sampai menelan lahan warga. Sehingga kini banyak warga di kawasan ini hanya memiliki sertifkat tanah saja dimana lahan sudah berubah menjadi lautan lepas. Warga juga sudah kehilangan satu pura yang baru saja selesai direnovasi menggunakan batu Karangasem, dan habis dibawa ombak. Beberapa villa yang dulunya dibangun jauh dari bibir pantai kini juga sudah menjadi benteng pertahanan, langsung menahan gempuran ombak. Sangat menyedihkan dan sangat ironis memang menyaksikan pantai seperti ini dimana mestinya menjadi tempat melepas kepenatan.

11

Salah seorang tokoh warga Pabean Bapak Suarna mengatakan, “Kondisi kawasan pantai kami sepanjang 1,4 km sudah berada pada zona merah dan laut sudah masuk mengambil daerah persawahan warga sepanjang 150 meter kedalam. Sementara bantuan dari pihak berwenang tidak kunjung tiba. Ingin rasanya saya mengundang mereka yang terkait dengan urusan ini untuk berjalan-jalan menyusuri pantai agar merasakan langsung bagaimana kondisi kami sesungguhnya. Namun apa daya, kami hanyalah rakyat kecil yang hanya mampu berdoa dan berharap.” Kalau dibayangkan hari-hari kedepan, alangkah mengerikan kalau keadaan ini tidak dicarikan solusi sesegera mungkin. Apalagi kalau reklamasi teluk Benoa direalisasikan ditambah kenaikan air laut akibat pemanasan global. *BBM-RM*

Leave a Reply

One thought on “

  1. Adidas NMD XR1 Zebra Crossing Blue White

    I would like to convey my passion for your kind-heartedness for men and women that have the need for help with in this area. Your personal dedication to passing the message throughout has been remarkably advantageous and have in every case enabled men and women much like me to get to their aims. The warm and helpful tutorial denotes a lot to me and somewhat more to my office workers. Many thanks; from each one of us.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *